Marx Tidak Gagal. Kita yang Salah Memakainya.
Karl Marx sering diposisikan sebagai ikon politik. Buku Franz Magnis-Suseno justru mematahkan itu. Marx dibaca sebagai filsuf, bukan nabi revolusi. Ia tajam saat membedah eksploitasi dan alienasi kapitalisme, tapi lemah saat meramal masa depan.
Faktanya, kapitalisme tidak runtuh. Ia beradaptasi. Dari sini lahir konflik besar: kaum revolusioner yang menunggu kehancuran sistem, versus revisionis yang sadar sistem ini lebih licin dari teori.
Pelajarannya buat Gen Z sederhana tapi menusuk:
ide cerdas tidak otomatis jadi panduan hidup.
Analisis bisa benar, prediksi bisa salah.
Dan sejarah membuktikan, yang paling berbahaya bukan kapitalisme atau sosialisme
tapi keyakinan buta pada satu ide.
Karl Marx sering diposisikan sebagai ikon politik. Buku Franz Magnis-Suseno justru mematahkan itu. Marx dibaca sebagai filsuf, bukan nabi revolusi. Ia tajam saat membedah eksploitasi dan alienasi kapitalisme, tapi lemah saat meramal masa depan.
Faktanya, kapitalisme tidak runtuh. Ia beradaptasi. Dari sini lahir konflik besar: kaum revolusioner yang menunggu kehancuran sistem, versus revisionis yang sadar sistem ini lebih licin dari teori.
Pelajarannya buat Gen Z sederhana tapi menusuk:
ide cerdas tidak otomatis jadi panduan hidup.
Analisis bisa benar, prediksi bisa salah.
Dan sejarah membuktikan, yang paling berbahaya bukan kapitalisme atau sosialisme
tapi keyakinan buta pada satu ide.
28 hari yang lalu