Logo
MAULANA
Teori Kritis: Korupsi sebagai Pilihan Rasional dalam Sistem yang Tidak Adil

Dalam konteks politik dan ekonomi Indonesia, korupsi dapat dilihat sebagai pilihan rasional di tengah sistem yang penuh ketidakpastian. Sistem hukum yang cenderung lemah memberikan sanksi ringan kepada pelaku korupsi meskipun mereka telah merugikan negara hingga triliunan rupiah. Hal ini menciptakan insentif yang salah, di mana korupsi menjadi jalan pintas yang lebih "menguntungkan" dibandingkan menjalankan bisnis yang membutuhkan kerja keras, modal besar, dan menghadapi ketidakpastian pasar.

Dari perspektif teoritis, korupsi di Indonesia bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi merupakan produk dari struktur ekonomi-politik yang korup itu sendiri. Ketidakmampuan sistem untuk memberikan efek jera membuat praktik ini tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya institusional. Bisnis yang sah menghadapi tantangan seperti birokrasi berbelit, ketidakpastian hukum, dan risiko kegagalan, sehingga korupsi sering terlihat lebih "worth it" dari sudut pandang pragmatis.

Teori ini menyoroti bahwa solusi tidak hanya pada pemberantasan korupsi, tetapi juga reformasi struktural untuk menciptakan sistem yang adil dan mendukung pengusaha yang berintegritas. Jika tidak, korupsi akan terus menjadi pilihan "rasional" di tengah ketidakadilan sistemik.

Bagaimana pandanganmu? Apakah solusi struktural bisa mengubah situasi ini?
1 tahun yang lalu

belum ada balasan!

Tampaknya post ini belum mendapat komentar apa pun. Untuk menanggapi publikasi ini dari MAULANA , klik icon di bawah postingan