Logo
MAULANA
Kontroversi Danantara: Ambisi Megaproyek Prabowo di Ujung Tanduk?

Peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan 15 megaproyek miliaran dolar memicu harapan sekaligus kritik tajam. Berikut poin-poin krusialnya:

1. Kerangka Hukum yang Dipertanyakan
- Revisi UU BUMN dinilai melemahkan pengawasan keuangan negara.
- Klausul kerugian BUMN tidak diakui sebagai kerugian negara disebut "legalisasi pemborosan uang rakyat".

2. Bayang-bayang Oligarki & Dinasti Politik
- Kolaborasi antar-elite politik dalam dewan pengawas dituding sebagai upaya membentuk "kartel pemerintahan".
- Integrasi ormas keagamaan seperti NU & Muhammadiyah berisiko mengubah lembaga agama menjadi alat legitimasi politik.

3. Kerentanan Struktur Pendanaan
- 60% modal Danantara bergantung pada dividen BUMN yang rentan gejolak pasar.
- Klaim penghematan APBN Rp750 triliun diragukan, disebut "ilusi matematis berbahaya".

4. Risiko Implementasi Megaproyek
- 70% proyek terkonsentrasi di Jawa-Sumatera, memperparah ketimpangan wilayah.
- 80% teknologi untuk proyek energi terbarukan masih diimpor, minim transfer teknologi.

5. Respons Pemerintah & Jalan Tengah
- Implementasi blockchain untuk pelacakan dana dinilai belum efektif.
- Kanal pengaduan terintegrasi dengan Ombudsman & KPK diragukan efektivitasnya.
1 tahun yang lalu (E)

belum ada balasan!

Tampaknya post ini belum mendapat komentar apa pun. Untuk menanggapi publikasi ini dari MAULANA , klik icon di bawah postingan