"TikTok itu problematik.
Algoritmanya dirancang buat candu, kontennya sering dangkal, tapi anehnya… jadi panutan hidup banyak orang. Dari tutorial hidup sampai standar kebahagiaan, semua dicetak dari video 15 detik.
Literasi kalah sama lipsync. Self-worth ditentukan likes. Dan yang lebih miris: makin absurd kontennya, makin viral. Kita hidup di era di mana jadi relevan lebih penting dari jadi bermanfaat. TikTok bukan cuma aplikasi—dia cermin: ketika manusia lebih percaya influencer daripada akal sehat."
Algoritmanya dirancang buat candu, kontennya sering dangkal, tapi anehnya… jadi panutan hidup banyak orang. Dari tutorial hidup sampai standar kebahagiaan, semua dicetak dari video 15 detik.
Literasi kalah sama lipsync. Self-worth ditentukan likes. Dan yang lebih miris: makin absurd kontennya, makin viral. Kita hidup di era di mana jadi relevan lebih penting dari jadi bermanfaat. TikTok bukan cuma aplikasi—dia cermin: ketika manusia lebih percaya influencer daripada akal sehat."
11 bulan yang lalu