Saat Trump nyalain perang dagang, pejabat Tiongkok santai kayak di pantai.
Mereka yakin: ‘Kami punya semua alat untuk tahan gempuran.’ Solusinya? Gerojok dukungan ke perusahaan, longgarkan kredit, dan ciptain lapangan kerja baru.
Tarif 145%? Bagi mereka cuma angka, bukan akhir dunia. Tapi jangan salah: di balik ketenangan itu, Tiongkok sebenarnya sadar—perang dagang bukan soal ekspor-impor doang.
Ini soal adu napas panjang. Siapa yang ekonominya lebih tahan banting, dialah yang akhirnya mendikte ulang aturan main dunia."
Mereka yakin: ‘Kami punya semua alat untuk tahan gempuran.’ Solusinya? Gerojok dukungan ke perusahaan, longgarkan kredit, dan ciptain lapangan kerja baru.
Tarif 145%? Bagi mereka cuma angka, bukan akhir dunia. Tapi jangan salah: di balik ketenangan itu, Tiongkok sebenarnya sadar—perang dagang bukan soal ekspor-impor doang.
Ini soal adu napas panjang. Siapa yang ekonominya lebih tahan banting, dialah yang akhirnya mendikte ulang aturan main dunia."
10 bulan yang lalu