“Angka resmi 5,12% — bukti pemulihan atau alarm integritas data?”
- CELIOS (Center of Economic and Law Studies) minta UN (UNSD & Statistical Commission) meninjau ulang data pertumbuhan Q2‑2025 BPS yang tercatat 5,12% yoy.
- Kejanggalan utama: BPS melaporkan manufaktur tumbuh 5,68% yoy padahal PMI manufaktur pada periode sama menunjukkan kontraksi.
- CELIOS sebut pula porsi manufaktur terhadap PDB turun (18,67% vs 19,25% Q1), kenaikan PHK massal, dan tekanan biaya pada industri padat karya — kondisi riil yang tampak bertolak belakang dengan angka resmi.
- Permintaan investigasi bertujuan menjaga kredibilitas data BPS yang dipakai akademisi, bank, pelaku usaha, dan publik.
- CELIOS mengingatkan bahwa intervensi atau tekanan institusional dalam penyusunan statistik bertentangan dengan Prinsip Fundamental Statistik Resmi PBB.
- Implikasi: bila ada inkonsistensi tak terjawab, kredibilitas internasional dan kebijakan ekonomi bisa tergerus.
- CELIOS (Center of Economic and Law Studies) minta UN (UNSD & Statistical Commission) meninjau ulang data pertumbuhan Q2‑2025 BPS yang tercatat 5,12% yoy.
- Kejanggalan utama: BPS melaporkan manufaktur tumbuh 5,68% yoy padahal PMI manufaktur pada periode sama menunjukkan kontraksi.
- CELIOS sebut pula porsi manufaktur terhadap PDB turun (18,67% vs 19,25% Q1), kenaikan PHK massal, dan tekanan biaya pada industri padat karya — kondisi riil yang tampak bertolak belakang dengan angka resmi.
- Permintaan investigasi bertujuan menjaga kredibilitas data BPS yang dipakai akademisi, bank, pelaku usaha, dan publik.
- CELIOS mengingatkan bahwa intervensi atau tekanan institusional dalam penyusunan statistik bertentangan dengan Prinsip Fundamental Statistik Resmi PBB.
- Implikasi: bila ada inkonsistensi tak terjawab, kredibilitas internasional dan kebijakan ekonomi bisa tergerus.
7 bulan yang lalu