trauma itu seperti luka dalam jiwa yang nggak sembuh karena otak kita wired buat lindungin diri.
Fundamentalnya: trauma muncul dari pengalaman overwhelming yang bikin kita ngerasa helpless, dan otak nyimpen itu sebagai "survival mode" bikin kita ulang pola sama (seperti pilih pasangan toxic atau avoid risiko) biar nggak sakit lagi.
Kita terjebak karena avoidance: daripada hadapin, kita numb atau deny, yang malah bikin trauma nempel lebih kuat, kayak akar pohon yang tumbuh dalam tanah gelap.
Mulai pahami dengan journaling harian – tulis trigger dan asalnya, tapi lakuin pelan-pelan sama bantuan pro seperti terapis, biar nggak overload.
Fundamentalnya: trauma muncul dari pengalaman overwhelming yang bikin kita ngerasa helpless, dan otak nyimpen itu sebagai "survival mode" bikin kita ulang pola sama (seperti pilih pasangan toxic atau avoid risiko) biar nggak sakit lagi.
Kita terjebak karena avoidance: daripada hadapin, kita numb atau deny, yang malah bikin trauma nempel lebih kuat, kayak akar pohon yang tumbuh dalam tanah gelap.
Mulai pahami dengan journaling harian – tulis trigger dan asalnya, tapi lakuin pelan-pelan sama bantuan pro seperti terapis, biar nggak overload.
4 hari yang lalu