Laporan Goldman Sachs tahun lalu menyebut 300 juta pekerjaan terancam otomatisasi, tapi kenyataannya pasar tenaga kerja justru kekurangan orang yang jago mengoperasikan AI.
AI itu bukan pengganti pemain, tapi upgrade raket buat atlet. Kalau kamu takut digantikan, mungkin selama ini pekerjaanmu cuma memindahkan data dari satu kolom ke kolom lain tanpa memberi nilai tambah. Faktanya, AI masih payah dalam urusan empati dan pengambilan keputusan strategis yang butuh konteks manusiawi. Pekerjaan administratif memang bakal habis dilibas mesin. Tapi buat kamu yang bisa pakai alat ini untuk kerja sepuluh kali lebih cepat, kamu justru bakal jadi komoditas paling mahal di pasar.
AI tidak akan mencuri pekerjaanmu, tapi orang yang tahu cara pakai AI jelas akan melakukannya.
AI itu bukan pengganti pemain, tapi upgrade raket buat atlet. Kalau kamu takut digantikan, mungkin selama ini pekerjaanmu cuma memindahkan data dari satu kolom ke kolom lain tanpa memberi nilai tambah. Faktanya, AI masih payah dalam urusan empati dan pengambilan keputusan strategis yang butuh konteks manusiawi. Pekerjaan administratif memang bakal habis dilibas mesin. Tapi buat kamu yang bisa pakai alat ini untuk kerja sepuluh kali lebih cepat, kamu justru bakal jadi komoditas paling mahal di pasar.
AI tidak akan mencuri pekerjaanmu, tapi orang yang tahu cara pakai AI jelas akan melakukannya.
5 hari yang lalu
(E)