3 hari yang lalu
Program universal kayak gini (semua anak dapat, nggak selektif) sering jadi pintu masuk pemborosan besar dan korupsi sistemik. Jangka panjang, kalau nggak dibenahi tata kelola + pengawasan ketat, ini bisa jadi bom waktu fiskal utang negara naik, inflasi terpicu, dan rakyat malah bayar lebih mahal lewat pajak/indirect cost.
Tenang dulu, jangan ikut emosi. Pantau aja perkembangannya kalau dalam 1-2 tahun stunting turun signifikan tanpa drama keracunan lagi, berarti berhasil. Kalau enggak, berarti cuma gembor doang. Kamu lagi mikirin apa soal ini? Mau bahas dampak ke ekonomi lokal atau gimana?
Tenang dulu, jangan ikut emosi. Pantau aja perkembangannya kalau dalam 1-2 tahun stunting turun signifikan tanpa drama keracunan lagi, berarti berhasil. Kalau enggak, berarti cuma gembor doang. Kamu lagi mikirin apa soal ini? Mau bahas dampak ke ekonomi lokal atau gimana?
3 bulan yang lalu
John D. Rockefeller (1839–1937) bukan cuma raja minyak, tapi arsitek kapitalisme modern. Lewat Standard Oil, ia kuasai 90% bisnis minyak AS, ciptakan monopoli sukses abad 19 dengan holding company dan "trust" yang singkirkan kompetisi via kendali pasar dan lobi politik.
Ia ajar dunia: kekuasaan bukan dari senjata, tapi sistem yang bikin uang mengalir ke atas—perusahaan di atas manusia, laba di atas moral. Blueprint ini ditiru JP Morgan, Carnegie, sampe Big Tech sekarang: bukan kerja rajin yang menang, tapi bangun mesin biar orang lain kerja buatmu.
Sekarang, warisannya masih hidup: korporasi global, keuangan internasional, pajak rumit—sistem ketimpangan di mana 1% kuasai kekayaan, sisanya putar roda tanpa akhir. Ironi: Kristen taat yang bilang bisnis buat "layani Tuhan", tapi ciptakan siklus kerja demi pasar.
Ingat, harga minyak naik atau raksasa telan kecil? Itu desain Rockefeller—simbol sistem yang pastikan kekuasaan aman di segelintir tangan. Kerja keras aja nggak cukup; ia yang kuasai "minyak" (energi, data, kekuasaan) yang menang.
Kamu setuju sistem ini masih relevan hari ini, atau ada cara ubahnya? 💼
Ia ajar dunia: kekuasaan bukan dari senjata, tapi sistem yang bikin uang mengalir ke atas—perusahaan di atas manusia, laba di atas moral. Blueprint ini ditiru JP Morgan, Carnegie, sampe Big Tech sekarang: bukan kerja rajin yang menang, tapi bangun mesin biar orang lain kerja buatmu.
Sekarang, warisannya masih hidup: korporasi global, keuangan internasional, pajak rumit—sistem ketimpangan di mana 1% kuasai kekayaan, sisanya putar roda tanpa akhir. Ironi: Kristen taat yang bilang bisnis buat "layani Tuhan", tapi ciptakan siklus kerja demi pasar.
Ingat, harga minyak naik atau raksasa telan kecil? Itu desain Rockefeller—simbol sistem yang pastikan kekuasaan aman di segelintir tangan. Kerja keras aja nggak cukup; ia yang kuasai "minyak" (energi, data, kekuasaan) yang menang.
Kamu setuju sistem ini masih relevan hari ini, atau ada cara ubahnya? 💼
6 bulan yang lalu
Ini grafik aliran penerimaan dan pengeluaran negara AS untuk Agustus 2025:
1. Total penerimaan: $344 miliar, terutama dari pajak penghasilan individu ($153 M) dan asuransi sosial & pensiun ($134 M).
2. Total pengeluaran: $689 miliar, terbesar untuk Medicare ($141 M), Social Security ($134 M), dan bunga utang ($93 M).
3. Defisit anggaran: $345 miliar (pengeluaran jauh lebih besar dari penerimaan).
4. Pengeluaran lain termasuk pertahanan nasional, kesehatan, keamanan pendapatan, veteran, transportasi, dan pendidikan.
Jadi, AS masih punya tantangan besar soal defisit anggaran setiap bulannya. Mau tahu detail soal defisit ini lebih lanjut?
1. Total penerimaan: $344 miliar, terutama dari pajak penghasilan individu ($153 M) dan asuransi sosial & pensiun ($134 M).
2. Total pengeluaran: $689 miliar, terbesar untuk Medicare ($141 M), Social Security ($134 M), dan bunga utang ($93 M).
3. Defisit anggaran: $345 miliar (pengeluaran jauh lebih besar dari penerimaan).
4. Pengeluaran lain termasuk pertahanan nasional, kesehatan, keamanan pendapatan, veteran, transportasi, dan pendidikan.
Jadi, AS masih punya tantangan besar soal defisit anggaran setiap bulannya. Mau tahu detail soal defisit ini lebih lanjut?
6 bulan yang lalu
Sri Mulyani Kehilangan Rasa Aman, Rakyat Kehilangan Rasa Keadilan
Sri Mulyani bilang setelah rumahnya dijarah, rasa aman & perikemanusiaan hilang. Ironis, karena rakyat udah lama merasakan itu setiap hari—bukan dari maling, tapi dari kebijakan. Pajak makin tinggi, pungutan makin banyak, sementara institusi keamanan yang harusnya melindungi malah ikut jadi “pemalak berseragam.” Rakyat kecil diperas habis-habisan, tapi pejabat baru teriak saat dirinya kena. Pertanyaannya: sejak kapan negara ini lebih peduli pada rasa aman pejabat daripada warganya sendiri? Kalau keadilan cuma jadi hak eksklusif orang berkuasa, jangan heran masyarakat makin nekat melawan aturan yang sudah kehilangan legitimasi.
#SriMulyani #indonesia #SatirPolitik #Pajak #RasaAman
Sri Mulyani bilang setelah rumahnya dijarah, rasa aman & perikemanusiaan hilang. Ironis, karena rakyat udah lama merasakan itu setiap hari—bukan dari maling, tapi dari kebijakan. Pajak makin tinggi, pungutan makin banyak, sementara institusi keamanan yang harusnya melindungi malah ikut jadi “pemalak berseragam.” Rakyat kecil diperas habis-habisan, tapi pejabat baru teriak saat dirinya kena. Pertanyaannya: sejak kapan negara ini lebih peduli pada rasa aman pejabat daripada warganya sendiri? Kalau keadilan cuma jadi hak eksklusif orang berkuasa, jangan heran masyarakat makin nekat melawan aturan yang sudah kehilangan legitimasi.
#SriMulyani #indonesia #SatirPolitik #Pajak #RasaAman
7 bulan yang lalu
Ngamuk di Jalan, Tapi Tetap Ngutangin Negara
Rakyat Indonesia itu unik. Kalau harga naik, protes. Kalau pajak dinaikkan, ngamuk. Tapi begitu pemerintah jualan obligasi ritel, pada rebutan beli. Artinya apa? Diam-diam mereka percaya sama negara untuk "ngamanin duitnya." Ironisnya, yang paling keras teriak "pemerintah boros" justru bisa jadi pembeli SBN paling setia. Jadi sebenarnya rakyat ini benci atau sayang? Atau jangan-jangan cuma butuh tempat parkir duit yang lebih aman dari deposito? Pertanyaan simpel: kalau pemerintah dianggap beban, kenapa kalian masih rela jadi krediturnya?
#utangnegara #indonesia #Ekonomi #kontradiksi #wargari
Rakyat Indonesia itu unik. Kalau harga naik, protes. Kalau pajak dinaikkan, ngamuk. Tapi begitu pemerintah jualan obligasi ritel, pada rebutan beli. Artinya apa? Diam-diam mereka percaya sama negara untuk "ngamanin duitnya." Ironisnya, yang paling keras teriak "pemerintah boros" justru bisa jadi pembeli SBN paling setia. Jadi sebenarnya rakyat ini benci atau sayang? Atau jangan-jangan cuma butuh tempat parkir duit yang lebih aman dari deposito? Pertanyaan simpel: kalau pemerintah dianggap beban, kenapa kalian masih rela jadi krediturnya?
#utangnegara #indonesia #Ekonomi #kontradiksi #wargari
10 bulan yang lalu
(E)
“Capek kerja? Gaji naik? Tapi kok nabung tetap nol?
Jawabannya simpel: sistem finansial modern itu bukan buat bikin kamu kaya.
Inflasi? Pajak? Harga rumah naik 3x lipat dari gaji kamu?
Mereka ngasih ilusi stabilitas, padahal kamu dikondisikan biar terus tergantung sama utang, cicilan, dan promo.
Itu kenapa orang kaya makin kaya—karena mereka ngerti gimana sistemnya main.
Jadi… mau tetap jadi pion? Atau belajar main catur juga?”
#FinansialCerdas #MindsetUang #KerjaCerdas #AntiMiskin #RealitaEkonomi
Jawabannya simpel: sistem finansial modern itu bukan buat bikin kamu kaya.
Inflasi? Pajak? Harga rumah naik 3x lipat dari gaji kamu?
Mereka ngasih ilusi stabilitas, padahal kamu dikondisikan biar terus tergantung sama utang, cicilan, dan promo.
Itu kenapa orang kaya makin kaya—karena mereka ngerti gimana sistemnya main.
Jadi… mau tetap jadi pion? Atau belajar main catur juga?”
#FinansialCerdas #MindsetUang #KerjaCerdas #AntiMiskin #RealitaEkonomi
1 tahun yang lalu
1 tahun yang lalu
Mulai 1 Januari 2025, Indonesia akan menerapkan sistem Core Tax, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi administrasi perpajakan. Sistem ini menggantikan yang lama dan bertujuan menyederhanakan pelaporan serta pembayaran pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dan mengurangi penghindaran pajak.
Dengan harapan meningkatkan rasio pajak dari 10% menjadi 12% dalam lima tahun, sistem ini juga menawarkan kemudahan akses informasi pajak secara real-time dan transaksi online. Edukasi dan pelatihan bagi wajib pajak sedang dilakukan untuk mempersiapkan implementasi ini.
Dengan harapan meningkatkan rasio pajak dari 10% menjadi 12% dalam lima tahun, sistem ini juga menawarkan kemudahan akses informasi pajak secara real-time dan transaksi online. Edukasi dan pelatihan bagi wajib pajak sedang dilakukan untuk mempersiapkan implementasi ini.
1 tahun yang lalu
OnlyFans, platform konten berbasis langganan, telah melaporkan pertumbuhan keuangan yang mengesankan pada tahun 2023, dengan pendapatan mencapai $1,3 miliar dan laba sebelum pajak sebesar $485,5 juta, keduanya menandai peningkatan 20% dari tahun sebelumnya. Seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg, keberhasilan platform tersebut telah menghasilkan dividen yang substansial bagi pemiliknya, dengan Leonid Radvinsky menerima $472 juta pada tahun fiskal lalu saja.
2 years yang lalu
7 penyebab kesenjangan besar antara orang kaya dan miskin:
1. Akses pendidikan: Orang kaya cenderung memiliki akses ke pendidikan berkualitas lebih tinggi, yang dapat membuka peluang karir dan penghasilan lebih baik.
2. Jaringan sosial: Orang kaya sering memiliki koneksi yang lebih luas, memudahkan akses ke peluang bisnis dan pekerjaan.
3. Modal awal: Kekayaan yang diwariskan atau akses ke modal dapat membantu memulai usaha atau investasi yang menguntungkan.
4. Kebijakan ekonomi: Beberapa kebijakan pemerintah mungkin lebih menguntungkan orang kaya, seperti pengurangan pajak untuk kelompok berpenghasilan tinggi.
5. Akumulasi kekayaan: Orang kaya dapat menginvestasikan kelebihan uang mereka, sementara orang miskin sering kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
6. Akses layanan kesehatan: Perawatan kesehatan yang lebih baik dapat meningkatkan produktivitas dan umur panjang.
7. Diskriminasi: Faktor-faktor seperti rasisme atau diskriminasi berbasis kelas dapat membatasi peluang bagi kelompok tertentu.
Kesenjangan ini adalah masalah kompleks tanpa solusi mudah. Banyak negara berusaha mengatasi hal ini melalui kebijakan seperti pendidikan universal, jaminan sosial, dan pajak progresif.
1. Akses pendidikan: Orang kaya cenderung memiliki akses ke pendidikan berkualitas lebih tinggi, yang dapat membuka peluang karir dan penghasilan lebih baik.
2. Jaringan sosial: Orang kaya sering memiliki koneksi yang lebih luas, memudahkan akses ke peluang bisnis dan pekerjaan.
3. Modal awal: Kekayaan yang diwariskan atau akses ke modal dapat membantu memulai usaha atau investasi yang menguntungkan.
4. Kebijakan ekonomi: Beberapa kebijakan pemerintah mungkin lebih menguntungkan orang kaya, seperti pengurangan pajak untuk kelompok berpenghasilan tinggi.
5. Akumulasi kekayaan: Orang kaya dapat menginvestasikan kelebihan uang mereka, sementara orang miskin sering kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
6. Akses layanan kesehatan: Perawatan kesehatan yang lebih baik dapat meningkatkan produktivitas dan umur panjang.
7. Diskriminasi: Faktor-faktor seperti rasisme atau diskriminasi berbasis kelas dapat membatasi peluang bagi kelompok tertentu.
Kesenjangan ini adalah masalah kompleks tanpa solusi mudah. Banyak negara berusaha mengatasi hal ini melalui kebijakan seperti pendidikan universal, jaminan sosial, dan pajak progresif.